Bahan Berita

Ragam Berita Tanah Air Indonesia terpopuler, terbaru dan yang sedang terjadi

Showing posts with label tokoh. Show all posts
Showing posts with label tokoh. Show all posts

Sunday, February 3, 2013

Sering Sambangi Makam Ainun, Habibie Diingatkan

Bahan Berita - Setiap Jumat pagi, Habibie setia menyambangi makam istrinya, Hasri Ainun Besari, di Taman Makam Pahlawan Kalibata. 

"Saya ini kan tinggal tunggu waktu sebelum menyusul ibu," kata Habibie seperti dikutip dari majalah Tempo edisi 3 Juni 2012. Ainun meninggal pada 22 Mei 2010 karena kanker. Ainun mendampingi Habibie selama 48 tahun 10 hari. 

Di pekan-pekan pertama sejak kepergian Ainun, hampir setiap hari Habibie datang ke makam sang istri dan membaca doa. "Sampai sekarang, setiap malam saya selalu tahlilan buat Ibu Ainun di rumah," katanya. Dan Jumat paginya saya tahlilan di makam Ibu Ainun. Secara tidak langsung, almarhum Rosihan Anwar pernah "menyentil" kebiasaan Habibie ini.

Rosihan yang wafat pada 14 April 2011 menyarankan supaya Habibie melihat ke depan. "Saya juga pernah mengalami masa-masa berat seperti Habibie," ujar Rosihan seperti dimuat majalah Tempo edisi 14 Maret 2011. Ketika istri Rosihan, Zuraida Sanawi, meninggal dunia, ia berkunjung ke makam istrinya dan menyapa, "Selamat pagi, Ma. Anak-anak baik-baik saja.

"Namun satu kali, Rosihan dinasihati cucunya bahwa tidak baik bersikap seperti itu. Alasannya, kehidupan mereka yang meninggal berbeda dengan yang masih hidup. Mereka tidak tahu lagi apa yang terjadi di dunia. "So, the life must go on," kata cucu Rosihan. Nasihat ini pula yang ingin ia sampaikan kepada Habibie. Rosihan mengatakan, presiden ketiga Indonesia ini sudah mengenal baik dirinya dan keluarga. 

Istri Habibie, Ainun, adalah teman baik istri Rosihan, Zuraida. Ketika istri Rosihan meninggal, Habibie sempat marah kepadanya karena tidak langsung diberi kabar soal kematian itu. "Setelah mengucapkan belasungkawa, Habibie langsung memeluk saya. 

Dia sangat tahu bagaimana hubungan saya dengan Zuraida," ujar Rosihan. "Habibie bilang, dia yang menikah selama 48 tahun, rasanya berat sekali kehilangan Ainun. Apalagi saya, yang sudah menikah dengan Zuraida selama 63 tahun." Sumber : Tempo.co

Tuesday, January 29, 2013

Ahok Jadi 'Sales Rusun' Dadakan

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengajak rombongan korban banjir Waduk Pluit meninjau rumah susun, Senin, 21 Januari 2013.  

Rumah susun ini disediakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta khusus untuk korban banjir yang tinggal di tepi Waduk Pluit. Ahok--sapaan Basuki--mengatakan rusun ini sudah dilengkapi peralatan rumah tangga lengkap sampai pakaian dalam dan perlengkapan sanitasi.

 "Kami ajak ibu-ibu untuk melihat rumah susunnya. Nanti saya kalau sudah enggak jadi wagub, bisa diangkat jadi direktur pemasaran apartemen," kata dia sambil tertawa. Ahok menjelaskan, rusun ini dalam kondisi siap huni. "Orang-orang tinggal bawa badan aja," ujarnya.

Penyediaan rusun untuk pengungsi Pluit ini sebagai cara membujuk penduduk yang tinggal di tepi Waduk Pluit untuk pindah. Sebab, tempat tinggal mereka itu permukiman liar, sewa per kamar, dan berbahaya karena ancaman banjir. 

Para pengungsi Pluit bisa pindah ke rusun yang disediakan tentunya dengan syarat. Kata Ahok, semua korban banjir yang tinggal di tepi Waduk Pluit bisa menempati rusun asal punya KTP DKI Jakarta. 

"Nanti kami minta 10 tetangga verifikasi mukanya, benar enggak dia penduduk situ," ujarnya. Mekanisme penempatan rusun ini adalah sewa. Namun, biaya sewanya tidak akan lebih dari Rp 300 ribu per bulan. "Toh, di pinggiran waduk itu kan mereka juga sewa, malah lebih mahal," kata Basuki. 

Lokasi rusun yang disiapkan untuk para pengungsi antara lain di Pulogebang, Marunda, dan Pegadungan. Rusun yang sudah siap huni sebanyak 200 unit.


Sumber : berita.yahoo.com

Monday, January 28, 2013

Jokowi Mau Tidur, Kesandung Tali Sepatu, dan Merasa Ganteng

Melihat begitu banyaknya media yang memberitakan segala ini-itu tentang Gubernur DKI Joko Widodo, saya mulai ragu-ragu apakah Jokowi itu nama Gubernur Jakarta atau artis papan atas ibu kota.

Misalnya artikel yang berjudul “Jokowi: Saya Mau Tidur, Mau Ikut?” di salah satu situs berita ternama ini. Di berita ini ucapan Jokowi dikutip:

“Habis ini mau tidur. Saya kan suka tidur. Mau ikut?’ kata Jokowi sambil tertawa. Meski begitu, tetap saja beberapa wartawan menungguinya. Barangkali Jokowi akan melakukan sidak seperti biasanya, siapa tahu...”

Ketimbang menjadi berita yang bernilai untuk konsumsi masyarakat luas, artikel tersebut lebih terdengar seperti curahan hati para wartawan. Judul artikelnya pun, entah sengaja atau tidak, terkesan genit.

Ada contoh lain. Alkisah, dalam artikel “Sesi Foto Gubernur, Jokowi Merasa Ganteng”,  Jokowi baru saja mengikuti sesi foto dalam balutan seragam dinas. Seorang wartawan lalu memuji, dengan mengatakan Jokowi terlihat ganteng. Mendengar itu, Jokowi pun membalas, "Lho baru tahu? Saya sudah lama ganteng!"

Gurauan tersebut tentu menarik dan mengundang tawa. Berita itu besar kemungkinan laku dibaca. Namun, apakah kisah kegantengan seorang gubernur cukup bermutu untuk dijadikan satu artikel utuh, yang juga bagian dari segmen yang mengulas 100 hari kerja gubernur Jakarta yang baru?

Jika artikel yang ringan-ringan seperti ini muncul sesekali saja, tentu bukan masalah besar. Namun, masalahnya, mereka muncul berkali-kali. Sebutlah “Jokowi Kesandung Tali Sepatunya Sendiri” , yang menceritakan Jokowi yang nyaris terjatuh setelah turun dari mobil. Dia tidak jatuh, hanya nyaris jatuh dan hal itu naik jadi berita.

Ada pula “Jokowi Lincah, Selokan 1,5 meter pun Diloncati”, yang memberikan kesan Jokowi seperti sesosok ninja yang pandai mendaki gunung lewati lembah.

Di salah satu portal berita lain juga serupa. Sebuah artikel pendek menceritakan Jokowi yang gemar joging. Artikel lain mengusut motif Jokowi menggunakan mobil Land Cruiser — yang memang sudah haknya.

Lalu, tak ketinggalan, artikel yang menceritakan berbagai bentuk canda narsisistis Jokowi.

Bukan berarti berita-berita ringan tersebut negatif. Cerita-cerita kecil semacam itu sebetulnya anekdot menarik yang mampu memperkaya berita dan mencairkan tulisan. Kegetolan wartawan untuk terus meliput Jokowi yang mondar-mandir sepanjang hari, hingga mendapatkan cerita-cerita sederhana yang kerap terabaikan itu, pun patut diacungkan jempol.

Tetapi, ketika anekdot-anekdot seperti itu dijadikan pokok berita dengan jumlah yang berlebihan, berita-berita tersebut bisa jadi malah kehilangan mutu. Akan lebih bermanfaat bagi pembaca, apabila wartawan lebih menyoroti kejadian-kejadian penting yang berkaitan dengan peran Jokowi sebagai gubernur — ketimbang memberitakannya ala infotainment.

Sumber : http://id.berita.yahoo.com/

Sunday, January 27, 2013

Ahok: Kita akan bikin Ancol di Marunda

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama berjanji akan membuat Marunda sebagai objek wisata agar warga sekitar bisa memiliki pendapatan. 

Langkah ini sebagai kompensasi bagi warga yang direlokasi ke Rusun Marunda.

"Nanti kita akan bikin Ancol di Marunda, biar ada lapangan kerja di sana," 

kata Ahok kepada merdeka.com di Waduk Pluit, Sabtu (26/1).

Ahok menjelaskan, berbeda dengan pantai di Ancol, nantinya pantai di Marunda akan gratis bagi siapa saja yang datang. "Kita juga akan tambah pasir di sana, nantinya kan akan ada foodcourt yang disediakan Pemprov, bisa lah kaya Ancol," ujarnya.

Sebelumnya, mantan Bupati Bangka Belitung ini meyakinkan agar warga sekitar waduk pluit rela direlokasi agar tidak terkena banjir. Di samping itu, pemerintah pusat akan mengeruk waduk tersebut agar masalah banjir bisa teratasi.

Untuk masalah mata pencaharian warga yang sudah punya usaha di sekitar waduk, 

Ahok berjanji akan memberikan tempat usaha termasuk gerobak dan juga pelatihan agar bisa membuka usaha.


Sumber: Merdeka.com

Friday, January 25, 2013

BBC sebut Jokowi, Obama dari Jakarta

Banjir besar di Jakarta juga menjadi perhatian media-media luar negeri. Kantor Berita Inggris BBC menyebut Jokowi sebagai Obama dari Jakarta. 

Artikel itu dimuat dalam BBC Asia, Rabu (23/1). Judulnya Flooding tests 'Jakarta's Obama'. Ada foto Jokowi mengenakan baju Betawi lengkap dengan peci berwarna hitam sebagai ilustrasi.
BBC menyoroti banjir di Jakarta dan kebijakan Jokowi menyelesaikan permasalahan itu. Artikel tersebut ditulis oleh wartawan BBC Karishma Vaswani.

"Jelang 100 hari kepemimpinannya, Jokowi menghadapi tes pertama. Air berwarna kecoklatan merendam Jakarta tanggal 17 Januari kemarin. Penyebabnya curah hujan tinggi yang menyebabkan tanggul jebol dan sungai meluap."

BBC banyak memuji Jokowi dalam artikel itu. Mereka menyebut Jokowi sebagai tokoh populer dan mendapat dukungan dari kalangan bawah maupun kalangan menengah Jakarta. 

Warga Jakarta optimistis Jokowi bisa menyelesaikan masalah banjir di Jakarta. Jokowi juga dikenal sebagai politikus yang bersih dan pekerja keras.
"Mr Widodo adalah politikus yang bersih. Seorang pemimpin yang mendengarkan keluhan masyarakat. Dia kerap disamakan dengan Presiden AS Barack Obama, bukan karena perawakannya yang sama-sama tinggi dan langsing. tetapi karena empatinya pada masyarakat."
"Saya bukan Obama. Saya cuma orang yang sederhana," kata Jokowi sambil tertawa.

"Jadi gubernur Jakarta membuat saya kadang sakit kepala. Tapi saya menikmatinya.  

Saya harus kerja dari pagi hingga ketemu pagi lagi untuk menunjukkan pada orang-orang saya bekerja keras. Itulah yang diharapkan masyarakat dari saya," kata Obama, eh Jokowi.

Sumber: Merdeka.com

Wednesday, January 23, 2013

Megawati ultah ke 66, Taufiq doakan agar khusnul khatimah

Hari ini, Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri merayakan ulang tahun ke 66. 

Suami Megawati, Taufiq Kiemas memberi kado istimewa kepada Megawati, yaitu kesetiaan.

"Kadonya tetap setia. Doanya supaya khusnul khatimah dan sehat selalu," kata Taufiq yang juga Ketua MPR di kompleks parlemen, Senayan Jakarta, Rabu (23/1).

Kesan Taufiq, selama mendampingi Megawati adalah sering tidak bisa melalui beberapa momentum kehidupan sendiri-sendiri. 

Meski demikian, kedua pasangan itu tidak keberatan dan saling memahami profesi yang mengharuskan banyak dihabiskan di luar rumah.

"Selalu tidak sama-sama, tapi saya selalu tidak pernah nolak, juga sudah diputuskan ibu," terangnya.


Terpisah, Sekretaris Jenderal PDIP Tjahjo Kumolo mengatakan ulang tahun Megawati dirayakan secara sederhana. Hanya kumpul sama keluarga dan berbagi dengan korban banjir Jakarta.

"Ibu Mega membagikan 1000 tikar, 2000 sarung, 2000 selimut serta nasi kotak atau bungkus dari dapur umum PDIP," kata Tjahjo.

Sumber : Merdeka.com