Bahan Berita

Ragam Berita Tanah Air Indonesia terpopuler, terbaru dan yang sedang terjadi

Monday, January 21, 2013

Ada Gas Beracun di Basement Dua Plaza UOB?

Usai menyisir korban yang terjebak banjir di basement Plaza UOB, tim evakuasi gabungan segera mengeluarkan seluruh kendaraan yang terparkir di basement. Namun baru basement tingkat satu yang bersih disisir.

Evakuasi mobil di basement Plaza UOB akan dilakukan kembali besok. Namun, tim evakuasi gabungan menemukan kendala melakukan evakuasi di basement tingkat dua.

"Besok pagi kami akan konsentrasi evakuasi mobil lagi di basement dua. Tapi sebelumnya kami harus mengeluarkan gas beracun yang ada di basement tersebut," kata salah satu tim evakuasi dari Indonesian Offroad Federation (IOF), Joko Supriana, saat ditemui di Plaza UOB, Jakarta, Senin 21 Januari 2013.

Joko mengatakan, gas beracun tersebut berasal dari percampuran antara gas nitrogen, CO2, dan gas yang berasal dari genset. Untuk itu, gas itu harus dihisap dengan mesin untuk mengeluarkan gas-gas tersebut. Proses mengeluarkan gas-gas menurutnya bisa membutuhkan waktu sekitar satu hingga dua jam.

Selain adanya gas beracun, kondisi atap basement yang rendah juga memungkinkan proses evakuasi mobil menjadi lebih sulit. Diperkirakan ada sekitar 19 mobil yang masih terparkir di basement dua tersebut.

Sebelumnya, sekitar 29 mobil di area basement tingkat satu telah dikeluarkan dengan menggunakan mobil derek. Sementara basement tingkat tiga, masih dalam proses penyedotan air guna mengurangi debit air yang masih menggenangi tempat tersebut.

"Air di basement tiga masih setinggi dua meter," kata Manajer Asisten Gedung UOB, Priskah Susilowaty.

Sumber : metro.news.viva.co.id

Jokowi: Pindah Ibu Kota Kalau Sudah Mentok

JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo alias Jokowi menilai pemindahan ibu kota negara sebaiknya menjadi langkah terakhir mengatasi berbagai persoalan kompleks Jakarta. Saat ini, menurut Jokowi, sebaiknya diusahakan perbaikan infrastruktur di Jakarta dan kota sekitarnya.

"Itu (pemindahan ibu kota) kalau memang sudah mentok, kesulitan atasi banjir. Kalau sudah tidak ada jalan lain, saya sangat setuju," kata Jokowi seusai bertemu dengan pimpinan Majelis Permusyawaratan Rakyat di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (21/1/2013).

Jokowi diterima empat pimpinan MPR lain, yakni Taufiq Kiemas, Hajriyanto Y Thohari, Melani Leimena Suharli, dan Ahmad Farhan Hamid. Pertemuan itu digelar secara tertutup sekitar 30 menit.
Selama ini, pemindahan ibu kota terus didorong oleh pimpinan MPR. Salah satu daerah yang dinilai layak menjadi ibu kota, yakni Palangkaraya, Kalimantan Tengah.

Selain bertemu pimpinan MPR, Jokowi juga bertemu pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat dan Dewan Pimpinan Daerah. Ketika itu, Ketua DPR Marzuki Ali mendorong adanya pemisahan antara pusat pemerintahah dengan pusat bisnis di Jakarta.

"Pindah pusat pemerintahan. Jangan mencampur adukkan pusat pemerintahan dengan wilayah bisnis, industri. Perjalanan orang dari satu wilayah ke wilayah lain itu yang buat ruwet," kata Marzuki. Editor : Hindra.

Sumber : megapolitan.kompas.com

Jokowi Beberkan Banjir di Bundaran HI, Plaza UOB & Pluit

Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo bertemu dengan jajaran DPD RI. Ia meminta dukungan para senator menangani permasalahan banjir di DKI Jakarta. Tiga lokasi yang mengalami banjir parah dijelaskan di depan jajaran DPD RI.

"Banjir di HI akibat jebolnya tanggul di Latuharhary, tapi sudah diselesaikan.
Masalah di (Plaza) UOB, airnya baru separuh yang diselesaikan. Di Pluit karena pompa terendam tidak bisa bergerak sehingga air tidak bisa dialirkan ke laut," kata pria yang akrab disapa Jokowi di depan senator di Gedung MPR/DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (21/1/2013).

Jokowi menambahkan permasalahan tersebut juga telah disampaikan kepada Presiden SBY dan pemerintah segera menanganinya. Penanganan pun dilakukan dalam jangka pendek, menengah, dan jangka panjang.

"Kami juga sudah sampaikan ke Presiden agar penanganan banjir dipercepat. Waduk di Ciawi juga di Cimanggis bisa diselesaikan. Keempat pompa semoga bisa mengurangi banjir. Sumur resapan hingga kita targetkan 20 ribuan untuk tahun ini, deep tunnel juga," ujar suami Iriana tersebut.

Sedangkan penanganan jangka pendek yang diupayakan Pemprov DKI Jakarta untuk logistik diklaim sudah memenuhi kebutuhan korban banjir. Namun jumlah toilet bergerak masih kurang memadai.

"Kami sampaikan dari sisi logistik kami lebih dari cukup. Yang menjadi masalah bagi kami adalah toilet, karena hanya memiliki 13 unit, pusat 7 unit, padahal kebutuhan 64 unit. Ini memang masih kurang, di lapangan kurang, pengungsi hampir 43.000," ujar Jokowi di depan Ketua DPD Irman Gusman.

"Kami mohon dukungan apa yang akan kita kerjakan ini bisa dipercepat," tutup Jokowi. (vid/nrl)

Sumber : news.detik.com

Pulau Semakau Dicaplok Negara Singapura

BATAM- Setelah Pulau Sipadan dan Ligitan lepas dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), kini Pulau Semakau di Batam, Kepulauan Riau, hendak dicaplok negara tetangga Singapura. Bahkan, pulau terluar itu telah masuk ke peta negara Singapura.

Pulau Semakau yang masuk wilayah Kelurahan Kasu, Kecamatan Belakangpadang, Batam, hanya berpenduduk sembilan kepala keluarga. Untuk menjangkau ke pulau kecil tersebut, membutuhkan waktu sekira 30 menit dengan menggunakan pompong, perahu kecil dari Pelabuhan Sekupang, Batam.

Pulau tersebut terletak pada koordinat 1.06.06.01 lintang utara dan 103 49.27.41 bujur timur.

Namun tiba-tiba pulau yang sejajar dengan Pulau Nipah, namun agak menjorok ke Laut Singapura itu, saat ini telah dimasukkan ke dalam peta negara Singapura.

Menyikapi hal tersebut, Gubernur Kepri, HM Sani, akan melayangkan surat kepada Menteri Luar Negeri, Marty Natalegawa. Sani juga akan menindaklanjuti pencaplokan pulau tersebut ke Konsulat Singapura.

Pemprov Kepri berharap, Pemerintah Pusat dapat menyelesaikan permasalahan itu.

Sebelumnya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menetapkan Pulau Semakau bersama pulau-pulau di sekitarnya dan Pulau Batam, sebagai kawasan free trade zone(Posman Sipayung/Sindo TV/tbn)


Sumber : news.okezone.com  

SBY Tawarkan 3 Skenario Pemindahan Ibu Kota

JAKARTA - Bencana banjir yang kerap melanda Ibu Kota Jakarta memunculkan wacana pemindahan Ibu Kota. Tidak hanya itu, kesemrawutan kondisi Jakarta saat ini dinilai berbagai pihak bahwa Jakarta sudah tidak layak menjadi Ibu Kota.

Staf Khusus Presiden Bidang Pembangunan Daerah dan Otonomi Daerah, Velix Wanggai mengatakan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) secara terbuka dan tidak tabu bersedia berdiskusi atas wacana perpindahan Ibu Kota negara.  Menurut Presiden, Jakarta tidak bisa lagi menampung interaksi manusia dan lingkungannya.

"Dalam memutuskan kebijakan ini, diperlukan langkah yang bersifat teknokratis dan langkah politik sebagai agenda kolektif dari seluruh komponen bangsa. Hal ini sebagai langkah visioner, terobosan, sekaligus thinking outside the box bagi masa depan Indonesia," ujar Velix dalam siaran persnya kepada Okezone, Sabtu (19/1/2013).

Atas wacana ini lanjut Velix, Presiden SBY bahkan telah  mengajukan tiga skenario perpindahan Ibu Kota yang perlu didiskusikan oleh publik. Skenario pertama adalah mempertahankan Jakarta sebagai Ibu Kota, pusat pemerintahan, sekaligus kota ekonomi dan perdagangan.

"Pilihan atas opsi ini berkonsekuensi pada pembenahan total atas soal macet, banjir, transportasi, permukiman, dan tata ruang wilayah," tuturnya.

Kemudian skenario kedua yakni membangun Ibu Kota yang benar-benar baru. Kata Presiden lanjut Velix, sejatinya dibangun totally new capital. Sedangkan skenario ketiga, Ibu Kota tetap di Jakarta, namun memindahkan pusat pemerintahan ke lokasi lain.

"Atas tiga skenario itu, Presiden SBY mengajak semua komponen bangsa untuk membahas secara terbuka, matang, dan komprehensif atas wacana ini. Karena, kebijakan perpindahan ibukota dan atau pergeseran pusat pemerintahan harus menjangkau strategi jangka panjang bangsa,"
(put)

Sumber : news.okezone.com 

Sunday, January 20, 2013

Jangan Menerjang Banjir, Asuransi Kendaraan Bisa Gugur

Jakarta - Otolovers yang tengah berkendara dan berjuang melawan banjir sebaiknya jangan memaksakan diri menerjang banjir. Jika kendaraan rusak karena menerjang banjir, kita tidak bisa mengklaim ke pihak asuransi.

"Kalau banjir jangan dipaksakan karena bisa gugur, kan anda udah tahu dilarang masuk (banjir), jadi jangan menerjang. Pertama itu pengaruh ke polis asuransi, kedua tidak safety untuk mobil," begitu terang Marketing Communication & Public Relations Head PT Asuransi Astra Buana Laurentius Iwan Pranoto kepada detikOto, Kamis (17/1/2013).

Iwan menerangkan menerjang banjir sama seperti halnya kita memasuki jalanan tertutup atau terlarang. "Itu ada rambu-rambunya di polis asuransi, jadi sebaiknya kalau banjir jangan lewat situ juga," ujarnya.

Namun jika mobil yang disimpan di garasi rumah dan terendam banjir, asuransi akan memberikan ganti. "Prosedurnya sama saja, tinggal lapor, klaim, nanti disurvei," ujarnya.

Iwan pun menyarankan, pemilik kendaraan untuk segera mengecek polis asuransi mereka, apakah perlindungan terhadap bencana alam sudah termasuk dalam polis.

"Masyarakat sering menganggap kalau sudah memiliki asuransi all risk, banjir akan dicover, padahal belum tentu. Tolong polisnya dicek adanya coverage untuk itu (banjir)," ujarnya.

Perlindungan terhadap banjir biasanya merupakan perluasan asuransi. Tambahan premi yang harus dibayar biasanya mencapai 0,3 persen dari harga kendaraan.

"Itu yang seharusnya diperhatikan konsumen, ada jaminan," ujarnya.

Garda Oto sendiri, jika ada konsumennya yang terkena banjir, mereka bisa memberikan bantuan untuk mengevakuasi, namun jika konsumen tidak memiliki perluasan asuransi untuk banjir, maka mobil mereka tidak bisa diklaim.

"Karena tidak ada perluasan, jadi makanya tolong yang punya polis, jangan percaya all risk, lihat ada tidak perluasan terhadap banjir, topan badai," ujarnya.

Sumber : Oto.Detik.com

Drama Penyanderaan di Aljazair, WNI Sudah Dibebaskan

Pemerintah negara-negara Barat tengah harap-harap cemas menunggu kabar resmi dari Aljazair. Warga negara mereka tengah disandera gerombolan bersenjata yang berafiliasi dengan al-Qaeda di negeri itu. Informasi memang masih simpang siur. Korban tewas dilaporkan mencapai lebih dari 30.

Insiden ini bermula pada Rabu pagi, menjelang subuh pekan ini. sekitar 20 orang militan bersenjata yang dipimpin Mokhtar Belmokhtar menyerbu kilang gas alami di In Amenas, sekitar 1.600 kilometer dari ibukota Alger.  Nama kelompok penyerbu ini memang masih belum jelas. Sejumlah media menulis namanya sebagai "brigade bertopeng". Beberapa media lain menyebutnya "brigade darah."

Meski nama kelompok ini simpang siru, Mokhtar Belmokhtar sesungguhnya bukan nama asing di dunia milter Barat. Pria yang matanya buta sebelah ini telah malang-melintang selama dua dekade di dunia penculikan, penyelundupan, dan pembunuhan orang Barat di Afrika Barat dan Utara. Oleh intelijen Prancis dia dijuluki sebagai "the uncatchable" atau Yang Tidak Bisa Ditangkap.

Berlatih tempur di Afganistan sejak usia 19 tahun, pria yang kini berusia 40-an tahun ini adalah salah satu komandan tinggi di al-Jama'ah al-Islamiyah al-Musallaha atau Kelompok Bersenjata Islam. Dia juga dijuluki Mr. Marlboro karena memonopoli penyelundupan rokok di wilayah Sahel untuk membiayai jihad versi dia.

Kelompok bersenjata ini kemudian menyandera 41 orang pekerja berkewarganegaraan asing dan sekitar 200 pekerja Aljazair. Kedutaan Besar Republik Indonesia dalam pernyataannya resmi Kamis kemarin menyampaikan bahwa sebanyak 105 orang dibebaskan oleh penyandera, termasuk di antaranya seorang WNI berinisial AA yang kini tengah kembali ke tanah air.

Warga asing yang ditahan di antaranya berasal dari Amerika, Inggris, Jepang, Prancis, Norwegia, dan Irlandia. Sejak penyerbuan kelompok Mokhtar, kilang gas itu dikepung bala tentara Aljazair.

Sebelumnya, pemerintah negara tersebut menegaskan bahwa mereka tidak akan melakukan negosiasi apapun dengan para teroris itu. "Kami katakan di hadapan para teroris kemarin, sama seperti sekarang, tidak akan ada negosiasi, pemerasan, tak ada ampun untuk teroris," kata Menteri Komunikasi, Mohamed Said.

Benar saja, tidak ada basa-basi. Baku tembak terus terjadi antara kubu pemerintah dan kelompok teroris ini. Kelompok ini lantas meminta untuk memindahkan para sandera ke luar negeri. Melihat gelagat hendak kabur, pasukan Aljazair menghajar.

Empat dari lima mobil Jeep dihancurkan, ternyata di dalamnya ada para sandera. Sumber pemerintah Aljazair yang tidak disebutkan namanya kepada Reuters, mengatakan bahwa 30 sandera tewas terbunuh. Beberapa di antaranya adalah warga Jepang, Inggris dan Prancis. Sebelas anggota kelompok itu dibunuh.

Akibat peristiwa ini, PM Jepang Shinzo Abe memutuskan untuk tidak berlama-lama berada di Indonesia, yang menjadi salah satu tujuan kunjungan kenegaraan ke Asia Tenggara. Beberapa acara pidato dan pertemuan terpaksa dibatalkan.

Masih simpang siur informasi soal jumlah korban tewas. Beberapa media internasional mengabarkan jumlah berbeda, seperti Daily Mail yang mengumumkan 35 sandera yang mangkat. Para kepala negara pusing tujuh keliling, was-was warga negaranya menjadi korban.

Perdana Menteri Inggris, David Cameron, memperingatkan rakyatnya untuk bersiap pada kemungkinan terburuk. Sampai saat ini, Inggris belum mendapatkan informasi bahwa penyanderaan telah berakhir. Dia berpendapat, seharusnya Aljazair merundingkan dulu dengan mereka sebelum menyerang. Sampai saat ini, Cameron mengaku belum dapat kabar apapun dari Aljazair.

Keberatan yang sama disampaikan oleh kepala negara Amerika Serikat, Jepang, dan Norwegia. Diduga saat ini masih ada 22 sandera lainnya di kilang gas. Tentara Aljazair masih terus mengepung lokasi tersebut.
Karena MaliDrama penyanderaan ini buah dari penyerbuan pasukan Prancis ke Mali, negara tetangga Aljazair, untuk mengusir al-Qaeda. Mokhtar menuntut hengkangnya pasukan Prancis dari Mali yang ikut dalam operasi pemberantasan al-Qaeda di negara tersebut.

Agresi Prancis bermula saat Presiden interim Mali Dioncounda Traore meminta bantuan pada pemerintahan di Paris, setelah ribuan pasukan al-Qaeda merebut kota Konna dari tangan pemerintah.
Sebelumnya antara pemerintah Mali dan kelompok separatis Gerakan Nasional Pembebasan Azawad (MNLA) bertempur sengit sejak Januari 2012. Tuntutan MNLA sendiri adalah kemerdekaan atau otonomi penuh utara Mali.

MNLA awalnya didukung oleh kelompok Islam Ansar Dine, kelompok yang disebut radikal oleh pemerintah setempat. Namun belakangan kedua kelompok ini pecah setelah adanya perbedaan visi soal pembentukan negara Islam. MNLA kalah dalam bentrokan senjata dengan Ansar Dine yang dibekingi oleh kelompok Jihad Afrika Barat (MOJWA) yang merupakan sempalan Al-Qaeda di negara Islam Maghreb (AQIM).
Kini, perang berubah menjadi antara Mali dan AQIM. Al-Qaeda cabang Maghreb (Libya, Aljazair, Maroko, Tunisia, Mauritius) adalah yang paling kuat dan paling kaya di antara "waralaba" al-Qaeda lainnya.
Merasa punya utang masa kolonial -Mali pernah dijajah Prancis-akhirnya Presiden Francois Hollande menyetujui permohonan tersebut.
Konflik kali ini sebenarnya adalah hasil dari keacuhan pemerintah Mali. Sebelumnya selama berbulan-bulan, para diplomat dan politisi Barat, termasuk Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton dan Presiden Prancis Francois Hollande telah mendesak Mali untuk melakukan serangan militer terhadap kelompok ini.

Namun, anjuran ini tak dihiraukan. Mali mengaku enggan terseret dalam pertempuran yang dipimpin Barat dan terjadinya pertumpahan darah di tanah air.

Pemerintah Aljazair awalnya malas meladeni kelompok ini dan tidak mengusik mereka, namun terus mendorong mereka ke wilayah selatan Sahara. Sebagai gantinya, kelompok Ansar Dine yang juga terdapat di negara ini tidak menyerang fasilitas energi yang vital bagi Aljazair.

Namun, "mesranya" hubungan kedua pihak terusik saat pemerintahan Presiden Aljazair Abdelaziz Bouteflika memberikan izin bagi pesawat tempur Prancis melintasi wilayah mereka untuk menggempur kelompok militan di Mali. Bouteflika juga menutup perbatasan selatan dengan Mali Utara, sekaligus juga menutup penyaluran bahan bakar dari Aljazair kepada kelompok ini. .

"Hal ini menunjukkan bahwa Aljazair tidak akan lagi membiarkan para teroris berbuat semau mereka," kata Francois Heisbourg, ahli di International Institute of Strategic Studies di London, Inggris, dilansir TIME.

Hal inilah yang membuat kelompok Mokhtar geram dan menyerang fasilitas energi di negara tersebut. Banyak pengamat yang mengatakan bahwa kemungkinan kelompok Mokhtar ini berasal dari Mali Utara yang mencoba cara lain memenangkan perang.

Kemampuan kelompok Mokhtar ini luar biasa, menguasai medan dan taktik tempur. "Mereka memiliki aset yang luar biasa dengan mobilitas komando yang ekstrem. Mereka bergerak di malam hari tanpa lampu, dengan kecepatan tinggi, tanpa terdeteksi," kata Jean-Pierre Filiu, ahli soal Aljazair
dari Institute of Political Studies di Paris.

Perjanjian untuk tidak menyerang fasilitas energi juga batal. Kelompok Mokhtar menyerang kilang minyak di In Amenas. Fasilitas ini sangat penting bagi Aljazair, karena menyumbang 60 persen pemasukan negara dan 95 persen ekspor di sektor gas.

Fasilitas yang memompa sekitar seperlima gas alam Aljazair ini adalah penyuplai gas terbesar ketiga ke Eropa dan penyalur utama gas ke Amerika Serikat. Menurut Departemen Energi AS, Aljazair juga memiliki 12,2 miliar barel cadangan minyak bumi, ke tiga terbesar di Afrika setelah Libya dan Nigeria.

Segelintir kelompok perlawanan ini masih terus bertahan di lokasi tersebut. Puluhan sandera yang ketakutan masih dalam cengkeraman mereka. Belum jelas identitas dan dari negara mana saja sandera berasal.
Pemerintah Aljazair menolak berunding, sesuai dengan larangan untuk membayar tebusan kepada yang disebut pemerintah Mali sebagai teroris itu. Sebelumnya PBB memang mencanangkan larangan membayar itu tahun 2010. Larangan ini didukung penuh oleh Aljazair yang melihat kekuatan dan kekayaan AQIM yang semakin besar.

Dari komplek kilang gas, sandera mengisahkan horor yang terjadi. Beberapa sandera mengaku diikatkan kalung bom yang bisa meledak sewaktu-waktu. Mereka juga harus berlindung dari peluru yang berdesing di atas kepala mereka.
"Situasinya semakin memburuk. Kami khawatir karena baku tembak terus terjadi," kata seorang sandera asal Irlandia pada Al Jazeera.

Sumber : Viva.co.id

Kalangan pengusaha menyebutkan kerugian akibat banjir di Jakarta sehari bisa ratusan miliar

Banjir Kepung Jakarta
Jakarta dikuasai banjir. Dari lorong-lorong sempit hingga jalan protokol seperti Thamrin dan Sudirman. Dari kampung kumuh hingga Istana Negara. Rumah kumuh dilumat. Berlantai-lantai parkiran basement di gedung menjulang "di kuasai." Ratusan mobil mengapung di sana.
Hingga Jumat 18 Januari 2013, banjir masih menguasai sejumlah wilayah. Ketinggian air memang bervariasi. Ada yang cuma 20 sentimeter. Tapi di dataran rendah atau pinggir kali bisa menenggelamkan orang. Lebih dari dua meter. Repotnya hujan di sejumlah wilayah, Bogor dan Puncak  masih mencurah. Dan banjir masih mengancam.
Banjir ini mengancam apa saja. Bisnis dan juga nyawa. Sejumlah kawasan bisnis di Jakarta dilanda banjir. Dari kawasan industri di Pulogadung hingga gedung perkantoran di Sudirman. Jumlah kerugian besar. Meski belum dihitung jumlah persisnya, kalangan pebisnis yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), mengklaim kerugian banjir bisa mencapai ratusan miliar per hari.

Beberapa sektor yang paling terkena dampak di antaranya industri, jasa, dan ritel. "Bisa rugi ratusan miliar. Itu perkiraan satu hari ini," kata Ketua Umum Apindo, Sofjan Wanandi, kepada VIVAnews di Jakarta, Kamis 17 Januari 2013.

Sofjan menjelaskan, kalangan pengusaha tidak menyangka banjir begitu meluas di Jakarta. "Logistik terhenti, pengiriman barang terhambat, dan karyawan tidak bisa masuk kerja," katanya. Kantong perusahaan terkuras. Gaji karyawan tetap harus dibayar meski mereka tidak masuk kerja.
Belum lagi, kemungkinan klaim dari konsumen akibat pengiriman barang yang terlambat.  Akibat banjir bandang ini biaya logistik diperkirakan naik sekitar 5 persen per hari. "Memang, jika hanya sehari, tidak akan terlalu besar kenaikannya. Tapi, jika sampai beberapa hari, tentu akan lebih tinggi," kata Sofjan.

Kerugian akibat banjir itu ditanggung sendiri oleh pengusaha. Lantaran semenjak beberapa tahun belakangan, perusahaan asuransi tidak mau menanggung klaim karena banjir. Jadi yang bisa dilakukan pengusaha saat ini, lanjutnya, hanya meminimalisir kerugian itu sehingga roda perusahaan tetap bergerak.
Padahal, perekonomian, khususnya di DKI Jakarta, tengah bertumbuh hingga triwulan III-2012. Berdasarkan situs resmi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, perekonomian di ibukota pada periode itu mencapai 2,2 persen dibandingkan
triwulan II-2012.
Hampir semua sektor mengalami peningkatan produksi, kecuali pertambangan dan penggalian. Sebagian besar sektor ekonomi tumbuh di atas 1 persen, kecuali pertanian dan industri pengolahan. Sektor produksi industri manufaktur besar dan sedang  memang turun 0,85 persen pada triwulan III-2012 dibanding triwulan sebelumnya. Tetapi secara nasional sektor ini naik 2,06 persen.

Sementara itu, Indeks Tendensi Konsumen DKI Jakarta pada triwulan III-2012 mencapai 114,72. Artinya, kondisi ekonomi konsumen meningkat dibanding triwulan sebelumnya. Tingkat kepercayaan atau optimisme konsumen pada triwulan III-2012 meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya. Ini ditandai dengan kenaikan nilai ITK sebesar 3,24 poin. 

Pedagang pasar dan ritel merugi Momentum ekonomi DKI Jakarta yang tengah bertumbuh itu tentu akan memukul dunia usaha. Sebab, di tengah tingkat kepercayaan dan optimisme konsumen, banjir melanda Jakarta.

Secara tidak langsung, kondisi itu berpengaruh pada tingkat daya beli konsumen. Kebutuhan konsumen berpotensi meningkat akibat dampak banjir, sehingga memukul daya beli.

Dampak itu pula yang dirasakan Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia. Selain kenaikan harga, kondisi iklim yang tidak menentu telah menyulitkan usaha mereka. "Akibat banjir di mana-mana, distribusi ke pasar-pasar terganggu," kata Sekjen Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia, Ngadiran, kepada VIVAnews, di Jakarta, Jumat 18 Januari 2013.

Keterlambatan pasokan seperti sayuran bisa memicu kerusakan produk segar itu. Akibatnya, dapat berimbas pada omzet penjualan. "Jika per hari bisa memperoleh Rp700-800 ribu, kini Rp500 ribu saja sudah terengah-engah," kata Ngadiran. Apalagi banjir kali ini  meluas dan dan merendam sejumlah rumah warga, pertokoan, hingga pasar-pasar. Situasi itu diperkirakan menyulitkan warga untuk memenuhi kebutuhan pangan mereka.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, wilayah yang terendam air seluas 41 kilometer (km) persegi atau 8 persen dari seluruh wilayah DKI Jakarta. Dari jumlah itu, wilayah terberat ada di sekitar Jakarta Barat dan Jakarta Utara.

"Sekitar Penjaringan, juga sepanjang bantaran Sungai Ciliwung, tinggi bervariasi, ada yang 3 meter," kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas Hubungan Masyarakat BNPB, Sutopo Purwo Nugroho dalam jumpa pers di kantornya, Jakarta, Jumat.

Sutopo menuturkan, dengan luas itu, 910 RT, 337 RW, 74 kelurahan, dan 31 kecamatan terendam banjir. Sebanyak 97.608 kepala keluarga atau 248.846 jiwa menjadi korban bencana tersebut. "Pengungsi mencapai 18.018 jiwa hingga pukul 07.00 WIB, korban meninggal 11 orang," ujarnya.

Selain itu, sektor yang terkena dampak banjir adalah industri ritel. Air yang menggenangi Mega Mall Bekasi sejak pukul 03.00 WIB, Rabu dinihari lalu, menimbulkan kerugian cukup besar.  "Jumlah pasti kerugian masih kami hitung. Tapi, setidaknya, dalam satu hari di Mega Mall Bekasi, perputaran uang mencapai Rp20 miliar lebih," kata Direktur Operasional Mega Mall Bekasi, Gunarso Ismail, Rabu lalu.

Di Mega Mall Bekasi terdapat ribuan kios dan counter. Sementara itu, yang terkena banjir di lantai bawah ada 400 lebih tenant (kios/counter).

Pengelola Mega Mall Bekasi, menurut dia, hanya bertanggung jawab terhadap kerusakan pada bangunan mal, sedangkan untuk barang dagangan menjadi tanggung jawab pemilik kios. "Makanya sebelum perjanjian sewa, kami selalu meminta agar barang dagangan diasuransikan. Meskipun tidak ada penggantian kerugian barang, tapi nanti kami akan kasih mereka kompensasi," tutur Gunarso.

Kantor bank tak beroperasi Hujan dengan intensitas tinggi selama beberapa hari terakhir, yang memicu banjir di Jakarta dan sekitarnya itu, juga berimbas pada operasional sejumlah bank.
Tercatat, sebanyak 36 kantor cabang PT Bank Mandiri Tbk tidak beroperasi. Dari jumlah 36 cabang yang tidak beroperasi tersebut, sebanyak 19 cabang terletak di Jakarta Barat, 8 cabang di Jakarta Utara, 6 cabang di Jakarta Pusat, 2 cabang di Jakarta Selatan, dan 1 cabang di Jakarta Timur.

"Kantor cabang itu sementara dialihkan untuk memastikan tetap terpenuhinya kebutuhan pelayanan nasabah," kata Sekretaris Perusahaan, Bank Mandiri, Nixon LP Napitupulu, di Jakarta, Jumat 18 Januari 2013.

Untuk memberikan layanan kepada nasabah, Nixon menjelaskan, nasabah dapat memanfaatkan layanan e-channel atau datang ke cabang Bank Mandiri yang tidak terkena banjir. "Bagi nasabah yang membutuhkan layanan perbankan, kami harapkan untuk datang ke kantor-kantor cabang Bank Mandiri terdekat guna memanfaatkan layanan e-channel Bank Mandiri," ujarnya.

Sementara itu, PT Bank Negara Indonesia Tbk memastikan operasional perbankan terhadap nasabah secara umum tidak terganggu bencana banjir yang melanda beberapa lokasi di Jabodetabek. Namun, BNI mencatat, ada 57 anjungan tunai mandiri (ATM) dan 27 outlet yang terhenti operasionalnya akibat bencana banjir.           

Sekretaris Perusahaan BNI, Tribuana Tunggadewi, mengatakan, hingga saat ini, dari total ATM BNI di Jabodetabek yang berjumlah 2.566 ATM, sebanyak 57 ATM terkena dampak banjir. Ini antara lain karena akses menuju ATM banjir, listrik di lokasi mati, dan sebagian kecil terendam.

"Sedangkan total outlet di Jabodetabek sebanyak 478 outlet, dan yang terkena dampak banjir 27 outlet," ujarnya. Kondisi ini, dia melanjutkan, karena akses masuk menuju outlet terhalang.

Sementara itu outlet yang tidak terkena dampak banjir tetap beroperasi seperti biasa. "Transaksi internet banking dan SMS banking berfungsi dengan baik," ujar Dewi di Jakarta, Jumat 18 Januari 2013.

BNI, menurut dia, telah mengantisipasi dampak banjir di Jakarta dan sekitarnya sejak November 2012, sehingga imbas terburuk akibat bencana alam dapat ditekan seminimal mungkin.

Kondisi serupa terjadi pada sekitar 50 kantor layanan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk di Jabodetabek. Sekretaris Perusahaan BRI, Muhamad Ali, mengatakan, meski sejumlah kantor mengalami gangguan, BRI tetap melayani nasabah melalui e-Banking seperti SMS banking, anjungan tunai mandiri, dan electronic data capture (EDC).

Ali menjelaskan, banjir juga telah menghentikan operasional unit kerja di RSAL Mintoharjo, Bendungan Hilir, Jakarta Selatan. Terdapat 10 unit kerja yang terganggu banjir, tapi bisa beroperasi. Sementara itu, yang berhenti sama sekali terdapat 5 kantor cabang pembantu, 3 kantor cabang, 3 kantor kas, 5 kantor unit BRI, serta 3 teras BRI.

Menurut Ali, layanan e-Banking BRI tidak mengalami gangguan. Sebab, BRI memiliki dua data centre yang dilengkapi dengan sistem yang terbaru. Keduanya beroperasi secara paralel, sehingga selalu dapat saling mendukung, dan mengantisipasi dampak bencana atau gangguan lain.

Sumber : Viva.co.id

Jet Ski Berseliweran di Perumahan Korban Banjir Pluit

Jetsky di Pluit
Jakarta - Suasana banjir di pemukiman elite Pluit nampak berbeda bila dibandingkan dengan daerah lainnya. Tak hanya perahu karet yang terlihat berseliweran di lokasi banjir, jet ski pun ikut membantu proses evakuasi banjir di lokasi tersebut.

Pantauan berita Minggu (20/1/2013), sebuat jet ski berwarna hitam nampak bersileweran tepatnya di dekat PLTU Muara Karang. Jet ski itu dari kejauhan melaju kencang diantara perahu karet dan sampan yang turut mengevakuasi korban banjir.

Selain jet ski berwarna hitam, dari kejauhan terlihat juga jet ski berwarna putih yang ikut berseliweran. Pastinya, kehadiran kendaraan mewah di daerah banjir itu menjadi perhatian warga.

Selain jet ski, kendaraan amfibi milik Marinir TNI AL juga menarik perhatian warga. Ratusan korban banjir terus berdatangan di Posko Muara Karang.

Hingga saat ini suasana banjir di Pluit, Muara Karang masih belum surut. 5 Pompa air yang dikerahkan untuk menyedot air dan membuangnya ke Kali Muara Karang belum mampu berbuat banyak.

(rvk/mad)

Sumber : news.detik.com