Bahan Berita

Ragam Berita Tanah Air Indonesia terpopuler, terbaru dan yang sedang terjadi

Sunday, February 3, 2013

Dianggap Paling Korup, Demokrat Terpuruk?

Bahan Berita - Hasil survei Saiful Mujani Research and Consulting menyatakan, publik menilai kader Partai Demokrat yang paling korupsi. 

Inilah yang yang menyebabkan, tingkat keterpilihan Demokrat berbanding terbalik dengan kinerja Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang dianggap baik oleh publik.

"Demokrat tidak mampu mengatasi opini publik bahwa kadernya yang paling korupsi," kata Direktur Riset SMRC Jayadi Hanan saat pemaparan hasil survei di Jakarta, Ahad, 3 Februari 2013. Padahal, tingkat kepuasan publik terhadap pemerintahan Presiden Yudhoyono mencapai 56 persen pada Desember 2012.

Jayani menuturkan, survei dilakukan pada 6-20 Desember 2013 melalui wawancara tatap muka. Jumlah responden sebanyak 1.220 orang dengan ambang batas kesalahan sebesar 3 persen dan tingkat kepercayaan sebanyak 95 persen. Pemilihan responden dilakukan dengan metode multistage random sampling.

Jayadi menjelaskan, secara teori seharusnya persepsi terhadap Presiden Yudhoyono sejalan dengan Partai Demokrat, partai pendukung pemerintah. Dia mencontohkan pada periode 2004-2009. Semakin baik kinerja presiden, maka dukungan kepada Demokrat juga semakin kuat. Tetapi dalam kurun waktu 2011-2012, hubungan antara Presiden Yudhoyono dengan Partai Demokrat sangat lemah.


Jayadi menjelaskan, anomali ini terjadi sejak bekas Bendahara Partai Demokrat, Muhammad Nazarudin berkicau mengenai kasus Hambalang. Pernyataan Nazarudin mengenai keterlibatan Ketua Umum Anas Urbaningrum dalam kasus ini mendapat perhatian besar dari media massa. "Ini yang menjadi awal anomali ini," kata dia.

Dia menjelaskan, jika masalah korupsi ini tidak tertanggulangi pada 2013, Jayadi menilai Demokrat akan terus merosot. Menurut dia, kinerja baik pemerintah tidak akan bisa menolong mendongkrak citra partai pemenang Pemilu 2009 ini. Menurut dia, Demokrat tidak bisa menunggu keputusan Komisi Pemberantasan Korupsi untuk membersihkan partai. "Yang dihadapi Demokrat adalah hukum politik, bukan hukum pidana," ujarnya.


Sumber : Tempo.co

Sering Sambangi Makam Ainun, Habibie Diingatkan

Bahan Berita - Setiap Jumat pagi, Habibie setia menyambangi makam istrinya, Hasri Ainun Besari, di Taman Makam Pahlawan Kalibata. 

"Saya ini kan tinggal tunggu waktu sebelum menyusul ibu," kata Habibie seperti dikutip dari majalah Tempo edisi 3 Juni 2012. Ainun meninggal pada 22 Mei 2010 karena kanker. Ainun mendampingi Habibie selama 48 tahun 10 hari. 

Di pekan-pekan pertama sejak kepergian Ainun, hampir setiap hari Habibie datang ke makam sang istri dan membaca doa. "Sampai sekarang, setiap malam saya selalu tahlilan buat Ibu Ainun di rumah," katanya. Dan Jumat paginya saya tahlilan di makam Ibu Ainun. Secara tidak langsung, almarhum Rosihan Anwar pernah "menyentil" kebiasaan Habibie ini.

Rosihan yang wafat pada 14 April 2011 menyarankan supaya Habibie melihat ke depan. "Saya juga pernah mengalami masa-masa berat seperti Habibie," ujar Rosihan seperti dimuat majalah Tempo edisi 14 Maret 2011. Ketika istri Rosihan, Zuraida Sanawi, meninggal dunia, ia berkunjung ke makam istrinya dan menyapa, "Selamat pagi, Ma. Anak-anak baik-baik saja.

"Namun satu kali, Rosihan dinasihati cucunya bahwa tidak baik bersikap seperti itu. Alasannya, kehidupan mereka yang meninggal berbeda dengan yang masih hidup. Mereka tidak tahu lagi apa yang terjadi di dunia. "So, the life must go on," kata cucu Rosihan. Nasihat ini pula yang ingin ia sampaikan kepada Habibie. Rosihan mengatakan, presiden ketiga Indonesia ini sudah mengenal baik dirinya dan keluarga. 

Istri Habibie, Ainun, adalah teman baik istri Rosihan, Zuraida. Ketika istri Rosihan meninggal, Habibie sempat marah kepadanya karena tidak langsung diberi kabar soal kematian itu. "Setelah mengucapkan belasungkawa, Habibie langsung memeluk saya. 

Dia sangat tahu bagaimana hubungan saya dengan Zuraida," ujar Rosihan. "Habibie bilang, dia yang menikah selama 48 tahun, rasanya berat sekali kehilangan Ainun. Apalagi saya, yang sudah menikah dengan Zuraida selama 63 tahun." Sumber : Tempo.co

Saturday, February 2, 2013

Ular Gondrong Ditemukan Di Indramayu

Bahan Berita - Setelah khalayak kemarin digemparkan dengan video jamaah haji Indonesia dikutuk jadi ular, kini berita heboh kembali mencuat yaitu ditemukannya ular phyton berambut gondrong mirip manusia.

Ular phyton sepanjang panjang 3 m ini memiliki rambut yang cukup panjang yaitu sekitar 15-20 cm sehingga dinamai “Si Gondrong” oleh penemunya yaitu Ade Wahyudin (23), warga RT 04/RW 02 Kel. Lemahmekar, Kec. Kab. Indramayu. Ia menemukannya saat bersama temannya pergi ke daerah wisata Cibulan, Kab. Kuningan, Kamis (28/1) pukul 12.00 WIB.

"Saat itu saya bersama teman sedang melakukan ziarah. Lalu ada orang yang berteriak. Setelah saya dekati orang itu menunjukkan seekor ular yang melingkar di bawah pohon. Saat ditangkap ular itu diam saja," kata Ade. Seperti dikutip dari Insert Investigasi Senin 01/02/2010, Ade mengaku mendapat firasat mimpi kakinya bengkak serta badannya panas dingin malam sebelum menemukan ular.

Dia merasa seperti ada yang merasuki tubuhnya. Ratusan warga yang penasaran segera menyerbu rumah Ade untuk berebut melihat keanehan ular berambut yang dimasukkan ke dalam akuarium oleh penemunya ini. Untung Polsek Indramayu bertindak cepat dengan segera mengamankan ular aneh tersebut. Bila tidak, bukan tidak mungkin fenomena Ponari si Dukun Cilik bisa terulang.

Pihak Polsek Indramayu sendiri segera mengembalikan ular tersebut ke Juru Kunci Makam yang mengaku sebagai satu- satunya orang yang bisa merawat ular berambut tersebut.

Menurutnya ular itu bukan hanya ular hutan biasa melainkan leluhur. Bahkan tidak sembarang orang bisa melihatnya.

Tapi katanya lagi ular aneh itu kini telah hilang dan tidak mau menampakkan diri lagi. Pengakuannya sedikit berbeda dengan Ade si penemu yang bilang bahwa ular itu telah dijual sang Juru Kunci ke seorang kolektor di Solo. Bukan hal baru terjadi seperti itu, seperti berita- berita klenik sebelumnya, bukti yang ada hanya foto atau video yang saat ini mudah sekali direkayasa.

Sedangkan “fisik” tidak lagi ada saat beritanya sudah tersebar luas sehingga tidak mungkin bisa diteliti secara iliah kebenarannya, jika memang ada. Jadi percaya atau tidak berita ini terserah pembaca yang budiman.

Penasaran? Maaf saya hanya dapat foto yang bisa klaian lihat diawal postingan sedangkan video ular phyton berambut manusia ini tidak berhasil saya cari apalagi download.

Sumber : indo-trans.blogspot.com/

Friday, February 1, 2013

Presiden PKS Jadi Tersangka Korupsi, Ini Celoteh Ruhut


  Bahan Berita - Politikus Partai Demokrat, Ruhut Sitompul, yang kerap menyindir Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sebagai partai yang dekat dengan surga, mengaku kaget dan sedih mendengar kasus yang menjerat partai berlambang bulan sabit itu.


"Sebenarnya aku kaget dan sedih dengan apa yang dialami PKS," ujar Ruhut kepada Okezone, Jumat (1/2/2013).

Apalagi, lanjut Ruhut, PKS selama ini selalu menyatakan bahwa partai mereka bersih dari korupsi. Namun, Ruhut tak sepakat jika kasus yang menjerat Presiden PKS, Luthfi Hasan Ishaaq dipolitisasi.

"Aku mohon semua kader politik apapun jabatannya apabila ada masalah hukum korupsi jangan dianggap politisasi, itu tidak baik. Harus hormati apa yang KPK lakukan," tuturnya.

Kata Ruhut, suhu politik di Indonesia yang mulai memanas menjelang Pemilu 2014 sebaiknya diikuti kewaspadaan oleh para kader partai. "Kader harus waspada karena kalau mereka kena sanksinya adalah sanksi sosial, bukan hanya pribadi tapi partainya juga kena. Makanya jangan main api, nanti terbakar," katanya.

Ruhut menilai apa yang dilakukan Luthfi dengan langsung mundur dari jabatannya merupakan bentuk kesatria seorang pemimpin. "Aku bangga dia minta nonaktif, Luthfi ksatria," kata anggota Komisi III DPR ini.

Kendati tengah tersandung kasus, Ruhut meminta PKS tak merasa dizalimi dengan adanya kasus ini. "Jangan merasa terzalimi, PKS jangan kecil hati," tutur Ruhut.

Apakah persaingan 2014 menjadi ringan karena PKS terkena kasus korupsi? Ruhut mengatakan persaingan di 2014 akan tetap sengit. (sus)

 

Sumber  : okezone.com

Ibu Kota Negara Indonesia yang Terlupakan

Bahan Berita - SOLOK SELATAN - Sungguh miris melihat kondisi bangunan peninggalan Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) di Nagari Bidar Alam, Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat.

Saat berkunjung ke nagari tersebut, tampak kondisi bangunan saksi sejarah PDRI tidak terawat. Sentuhan tangan pemerintah dari kabupaten dan provinsi pun tampak kurang.

Ali Sabri Abas, Wali Nagari Bidar, mengutarakan, Tugu Bela Negara kondisinya tidak bagus lagi. Tugu tersebut dibangun pada 1981 era Guburnur Azwar Anas. Kondisi tugu kotor tak terawat. Dinding bangunan di sekitar tugu hitam penuh bekas lem tempelan pengumuman.

”Setiap tahun datang ke tugu tersebut, namun tidak pernah diperbaiki,” ungakap Ali.

Selain itu, rumah yang pernah ditempati para pejabat PDRI kini tidak layak huni lagi. Malah, satu rumah sudah hancur. Rumah jama kondisinya juga sudah lapuk. Dana rehap yang diberikan Kementerian Sosial tidak jelas. Rumah itu kini ditempati Eva Vismadewi (26) dan suaminya, Afrizal (30).

Tidak ada lagi peninggalan bekas PDRI di dalam rumah jama. Bahkan, tempat tidur Kepala PDRI, Syafruddin Prawiranegara, hanya ditaruh di gudang. Kondisinya juga sudah patah dan berkarat.

”Yang direnovasi itu hanya bagian luarnya saja, di dalamnya sudah lapuk,” ungkap Eva.

Di depan rumah jama, dulunya ada stasiun radio milik TNI AU, yakni Sender AURI. Bangunan tersebut kini sudah berlantai dua dan dijadikan Taman Pendidikan Alquran (TPA).

Selain itu, ada juga Masjid Mr Syafruddin Prawiranegara. Namun saat ini renovasinya bisa dibilang terbengkalai.

Ali menambahkan, usulan dana untuk perbaikan dan biaya perawatan aset PDRI sudah disampaikan ke Pemerintah Solok Selatan, namun pemkab menyerahkan itu ke Pemerintah Provinsi Sumatera Barat. Setelah dicek ke pemprov, dilempar lagi ke pemerintah pusat di Jakarta melalui Kementerian Sosial.

”Kita sudah tidak semangat lagi, begitulah perjalanannya. Bila pemerintah tidak mau merawat aset ini, biarkan kami yang membiayainya,” kata Ali pasrah. (ton)


Sumber : Okezone.com 

Wah... Bahan Baku Narkoba Raffi Cs Banyak Ditanam di Puncak

Bahan Berita - Zat cathinone yang terdapat dalam narkoba yang dikonsumsi artis Raffi Ahmad berasal dari tumbuhan chat. Tapi, tahukah Anda tumbuhan yang biasanya tumbuh di daratan Afrika dan Timur Tengah itu ternyata banyak ditanam di kawasan Puncak Bogor.

Hampir di setiap pekarangan rumah warga di kawasan Puncak, Cisarua, Bogor, Jawa Barat tanaman tersebut bisa dengan mudah ditemui. Sebagian warga sengaja menanam pohon tersebut untuk dijual kepada turis asal Timur Tengah sebagai obat tahan kantuk dan meningkatkan stamina.

Pohon chatinone atau dalam bahasa Indonesia disebut Katinona merupakan jenis pohon untuk bahan baku narkoba. 

Menurut Ugan, seorang warga puncak, warga sengaja menanam Katinona untuk menambah penghasilan.

“Warga bisa mendapatkan keuntungan Rp100.000 hingga Rp300.000 ekali menjual satu kantong plastik daun pohon katinona. Lagipula pohon katinona bisa jadi hiasan taman dan pagar rumah,” kata Ugan, kamis (31/1/2013).

Di kawasan wisata puncak, pohon tersebut dikenal dengan nama pohon Ghat. Tidak ada yang mengetahui secara pasti, kapan pohon tersebut mulai tumbuh di kawasan puncak. Namun sejumlah warga menduga pohon tersebut dibawa oleh turis turis Timur Tengah yang bermukim di kawasan puncak Bogor.

Sejak merebaknya kasus Raffi, warga di sekitar kawasan Puncak mengaku resah. Mereka berharap pemerintah segera memberikan kepastian terhadap pohon tersebut, karena selama ini warga tidak mengetahui bahwa pohon tersebut mengandung jenis narkoba. (Sindo TV / Endang Gunawan / ugo)

Sumber : Okezone.com

Peretas Situs SBY Diringkus, Hacker Internasional Berang

Bahan Berita - Kelompok peretas (hacker) yang menamakan diri mereka Anonymous berang, lantaran tidak terima dengan penangkapan 'WYA' oleh Tim Cyber Crime Mabes Polri

Dalam keterangannya, mereka tidak akan berhenti untuk meretas.

"Government of Indonesia, you cannot arrest an idea NO ARMY CAN STOP US #Anonymous #OpFreeWildan #FreeAnon," tulis kelompok hacker itu melalui akun Twitter-nya seperti dikutip Okezone, Rabu (30/1/2013).

Diketahui, pelaku yang diketahui merupakan remaja berinisial 'WYA' lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kabupaten Jember, Jawa Timur itu, bertanggungjawab atas pemindahan Domain Name System (DNS) situs milik presiden, presidensby.ifo, beberapa waktu yang lalu.

Sikap dari Anonymous pun menggerakkan hacker Tanah Air untuk beraksi, pantauan Okezone, #OpFreeWildan berhasil mengerjai sejumlah situs, di antaranya situs Bappeda.bireunkab.go.id, Rakernas.mahkamahagung.go.id. Situs tersebut diubah tampilan lamannya dengan pesan peringatan (di-deface).



(Pesan peretas yang berhasil menjaili Bappeda.bireunkab.go.id) (amr)

 Sumber : Okezone.com

Bikin Ahok Ngamuk, Kepala Rusun Marunda Dicopot

Bahan Berita - Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menjelaskan alasan pencopotan Kusnindar, Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengelola Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) Wilayah I Dinas Perumahan DKI Jakarta.

Hal itu dikatakan Basuki alias Ahok, usai rapat di Balai Agung, Kompleks Balai Kota, Jakarta, Rabu (30/1/2013). "Mempermainkan kami, dengan cara membuat orang tidak suka tinggal di rumah susun," ujarnya.

Ahok mengatakan, Kepala UPT menginformasikan bahwa semua blok yang ada di lantai 1 Rusunawa Marunda sudah penuh. Namun ketika Ahok menyambangi lokasi, dia hanya menemukan sebelas nama.

"Sedangkan banyak ibu-ibu yang laporan ke saya bayi-bayi yang tinggal di lantai 5 mau pindah ke bawah dibilang penuh. Tapi kan orang sana bisa tahu mana tempat yang masih kosong kan? Saya bilang jangan mempermainkan orang," kecam Ahok dengan nada meninggi.

Dengan ditemukan fakta di lapangan, mantan Bupati Belitung Timur itu mengatakan telah membahasnya dengan Gubernur DKI Joko Widodo. "Pak Gubernur sudah setuju, kita juga sudah bahas," pungkasnya.

Seperti diketahui, Rusun Marunda sebelumnya tidak diminati untuk ditempati oleh warga kurang mampu karena diduga ada oknum calo yang memperjualbelikan rusun itu. Setelah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberikan perhatian serius terhadap rusun tersebut, saat ini sudah mulai penuh dihuni warga dari Muara Baru, Penjaringan Utara, yaitu sekira 467 Kepala Keluarga.

Mereka menghuni sekira 500 unit dari total 26 blok yang telah disediakan.(lam)

Sumber : Okezone.com

Ahok: Jokowi Tidak Hebat

Bahan Berita - Banyak kalangan menilai gaya kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) dan wakilnya Basuki T Purnama (Ahok) merupakan sosok pemimpin yang selama ini dinanti rakyat. Pemimpin yang sangat mengayomi rakyatnya.

Namun, Ahok tidak sependapat akan penilaian itu.  "Orang bilang Jokowi-Ahok hebat. Tidak hebat, tapi ini semua kecelakaan. Ini namanya garis tangan," ujar Ahok di Balai Kota Jakarta, Rabu (30/1/2013).

Bahkan, mantan Bupati Belitung Timur ini mengaku, sebenarnya pada Pemilukada DKI lalu, dia tidak berharap menang.  "Inginnya nomor dua, tapi selisihnya tipis. Saya tidak berharap menang Pilkada. ," kata Ahok.

Selama menjabat dan menjadi orang nomor dua di DKI, Ahok mengatakan  dirinya pusing memikirkan Jakarta. "Ini sekarang jadi pusing, kami harus paksa kerja keras. Kalau tidak berhasil, kita runtuh. Percuma jujur ke rakyat tapi sama saja. Yang dipercaya saja kaya gini hasilnya," terangnya.


Terkait dengan 100 hari kepemimpinannya, Ahok, merasa sudah bekerja maksimal. "100 hari, tahu-tahu banjir datang. Stres sekali. Pak gubernur suruh saya di (Jakarta) utara dan di barat. Jokowi di pusat. Gawat nih. Tapi setelah banjir selesai, minimal masih positif lah," kata Ahok.

Sumber : Okezone.com